hukum berqurban...¿

Diposting oleh Alharomain`s pada 14:35, 15-Okt-12  •  Komentar (4)

Assalamu'alaikum wr. wb. Tidak ada larangan bagi orang yang berhaji melasakanakan ibadah qurban di kampung halamannya. Ibadah qurban tidak dibatasi dengan ketentuan tempat, namun waktunya yang dibatasi yaitu pada hari raya Iedul Adha dan tiga hari Tasyriq. Terkadang berkurban di tempat yang lebih banyak orang miskin akan lebih bermanfaat, karena di situ lebih banyak yang membutuhkannya, meskipun beribadah di tanah haram/ Makkah juga mempunyai keutamaanya tersendiri bagi mereka yang sedang menjalankan ibadah haji. Ketentuan hewan qurban adalah kambing untuk satu orang, sedangkan sapi mencukupi orang tujuh, seperti dalam riwayat Jabir "Kami menyembelih bersama Rasulullah di Hudaibiyah seekor onta untuk tujuh orang dan seekor sapi untuk tujuh orang" (H.R. Muslim). Ulama Hanbali mengatakan sah menyembelih seekor kambing, onta, atau sapi untuk satu keluarga sesuai denagn hadist Aisyah "Bahwa Rasulullah s.a.w. berqurban seekor kambing untuk Muhammad dan keluarga Muhammad, dan ber-qurban dengan dua ekor doma gemuk, satu unutk Muhammad dan satu lagi untuk umatnya" (H.R. Muslim). Dalam riwayat Abu Ayub "Pada zaman Rasulullah seorang lelaki ber-qurban dengan seekor domba, untuk dirinya dan keluargnya, lalu mereka memakannya bersama- sama dan menyedekahkannya" (H.R. Ibnu Majah dan Tirmidzi (sahih). Wallahu A'lam

Hal Hal Yang Membatalkan Puasa Pada Madzhab Imam Syafi'i

Diposting oleh Alharomain`s pada 11:38, 25-Jul-12  •  Komentar (3)

Menurut Syafi’iyah,di antara hal-hal yang membatalkan puasa dan wajib qadha atasnya adalah sebagai berikut: (1) Memasukkan sesuatu ke dalam rongga perut, walaupun jumlahnya sedikit atau kecil, seperti biji- bijian. Termasuk juga memasukkan sesuatu ke dalam otak, usus, kandung kemih, dan menyuntikkan sesuatu melalui lubang zakar atau puting susu, dan yang semisalnya. (2) Menelan dahak yang bisa dikeluarkan. Adapun dahak yang... [Baca selengkapnya]

keliru menggauli mertua

Diposting oleh Alharomain`s pada 15:16, 11-Jul-12  •  Komentar (4)

Assalamualaikum Wr Wb. Yang saya hormati ketua Majlis Tanah Merah dan semua para Asatidnya. Begini Ustadz, ada kejadian di kampung saya, sekitar tiga tahun yang lalu, sebelum saya berangkat ke Negara Onta ini, Seorang menantu (laki-laki) keliru menggauli (bersetubuh) dengan mertua perempuannya, mulanya menantu tadi menyangka, yang tidur di kamarnya itu adalah istrinya sendiri, namun setelah adegan itu terjadi, ternyata... [Baca selengkapnya]

kpd siapa fidyah puasa di berikan

Diposting oleh Alharomain`s pada 14:52, 11-Jul-12  •  Komentar (0)

Kepada Siapa Fidyah Puasa Diberikan oleh Guslik An-Namiri Fijay Malhotra. 15 Juni 2012 Assalamu alaikum wr.wb. Para ustad saya mau bertanya. Bagaimana hukumnya membayar fidyah/mud kepada satu orang, sedangkan yang harus dibayar fidyahnya 9 kali apa boleh? terima kasih. Jawaban: Waalaikumussalam Wr Wb. Kepada saudara Fijay@ yang dimulyakan Allah. Sepengetahuan saya hukum memberikan fidyah kepada satu orang atau lebih selama... [Baca selengkapnya]

Hukum Darah Yang Menyertai Keguguran Prematur

Diposting oleh Alharomain`s pada 08:45, 20-Mei-12  •  Komentar (8)

Jika seorang wanita melahirkan janin yang telah berbentuk manusia, yaitu ada tangannya, kakinya dan kepalanya, maka dia itu dalam keadaan nifas, berlaku baginya ketetapan-ketetapan hukum nifas, yaitu tidak berpuasa, tidak melakukan shalat dan tidak dibolehkan bagi suaminya untuk menyetubuhinya hingga ia menjadi suci atau mencapai empat puluh hari, dan jika ia telah mendapatkan kesuciannya dengan tidak mengeluarkan darah sebelum mencapai... [Baca selengkapnya]

Darah yang Keluar dari Wanita yang Melahirkan Melalui Operasi

Diposting oleh Alharomain`s pada 08:42, 20-Mei-12  •  Komentar (0)

Hukum wanita yang melahirkan dengan cara operasi adalah sama dengan hukum wanita yang melahirkan dengan cara normal (tidak operasi), tetap dikenakan hukum nifas, yaitu jika mengeluarkan darah maka ia harus meninggalkan shalat hingga ia mendapat kesuciannya, dan jika ia tidak mengeluarkan darah maka ia harus shalat dan berpuasa sebagaimana wanita suci lainnya

Hukum Mengatur Rambut Dengan Mengikuti Mode

Diposting oleh Alharomain`s pada 08:34, 20-Mei-12  •  Komentar (1)

Yang saya ketahui bahwa mengatur rambut dengan cara itu memakan biaya yang tidak sedikit, sehingga termasuk menyia-nyiakan harta. Yang saya nasehatkan kepada para wanita agar menghindari diri dari kebiasaan semacam itu. Wanita hendaknya berhias untuk suaminya tanpa harus menyia-nyiakan harta. Sesungguhna Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam telah melarang menyia-nyiakan harta. Namun apabila ia pergi ke tukang rambut untuk mengaturnya dengan biaya... [Baca selengkapnya]